You Are The Best Thing That Ever Been Mine

Tak ku sangka kau pernah hadir dalam hidupku
Sebagai seorang teman saat aku masih tak mengerti
Dan saat itu kau hadir kembali dalam duniaku
Sebagai seorang yang dapat mengerti aku
Kau telah mengisi kehidupanku yang bau kencur
Dengan tawamu yang menakjubkan
Kau juga kembali mengisi hidupku yang serba ingin tahu
Dengan perhatian dan pengertianmu
Semua pengalaman yang kita lalui bersama sebagian besar adalah kebahagian yang kau bagi bersama ku.
Tawa canda serta jutaan cerita menakjubkan kau curahkan seakan hanya akulah yang ada di duniamu.
Aku pun selalu mengutarakan semua kisah keseharianku padamu, seakan emang kamu sajalah yang pantas mendengarnya.
Jutaan masalah kita bicarakan, kita pecahkan dan kita arungi bersama
Walau sebenarnya itu bukanlah masalah kita bersama
Bergotong royong menikmati masalah yang datang bertubi-tubi bisa selalu menjadi topik pembicaraan yang sangat menarik.
Bukanlah untuk bermain, tapi untuk dipecahkan
Bukanlah menyepelekan, tapi kita buat santai
Jutaan hadiah yang tidaklah murah kau beri padaku,
Bukan harta atau pun kemewahan yang kau perlihatkan padaku tapi kesetiaan mu menemaniku adalah hal yang tak terbayar.
Mungkin sudah tak ada dinding malu lagi diantara kita, semua sudah terkuak dan semua sudah bukan rahasia lagi. Dan sangatlah mudah untuk kita saling menanggapinya.
Kejutmu, tawamu bahkan sidiran yang tak henti-hentinya kau berikan padaku,
Mau setajam apapun kata kata yang kau tancapkan padaku tak mampu membuat aku terluka
Kekerasan yang kau berikan tiada ampun untukku bahkan hingga aku lebam-lebam tak mampu membuatku menitikan air mata
Karna aku selalu sadar itu hanyalah gurauanmu yang terkadang keterlaluan.
Tapi begitu tiada kata yang kau lontarkan padaku,
Tiada senyum yang terpancar untukku,
Tiada pancaran mata yang terarah padaku, dan
Tiada waktu ataupun cerita yang dapat kau bagi denganku
Padahal tak ada benda tajam yang menusukku,
Tiada aniyaya yang membuatku lebam,
Tiada ekspresi yang membuatku geli,
Namun dalam sekejap aku sudah mampu merasa rapuh
Air mata yang selama ini tak pernah keluar, tak kuasa lagi hanya menggenang di kantung.
Pipi yang tak pernah merasa pegal ini sekejap menjadi kram dan linu,
Bahkan otak ini yang selalu bisa paham, menjadi kosong
Apalagi hati ini, yang sudah tersusun indah bagai surga langsung hangus jadi neraka yang kebingungan.
Tiada lagi kata yang mampuku ucapkan, bahkan untuk bertanya.
Tiada lagi keberanian tuk di dekatmu, bahkan hanya untuk menatapmu dari jauh
Hatiku yang dengan mudahnya kau hancurkan (sperti lagu olga hancur hatiku)
Tak bisa lagi menumbuhkan bunga seperti dulu bersamamu.
Bahkan tidak satu pun orang yang bisa memekarkan bunga lain dalam hatiku,
semua hanya menjadi tunas belaka. (emang bunga bertunas?)
Hingga detik ini tak ada alasan yang bisa kau berikan untuk mengobati hati ini
Tak ada kata yang mampu kau gunakan untuk menyangkal semuanya
Tak ada mata yang kau pancarkan tanda kau menyesal
Kau tahu itu semua membuatku sangatlah marah padamu
‘Dasar tak tahu malu’ ingin sekali kulontarkan di depan wajahmu
Tapi tiada sanggup, kenangan yang indah selama ini menjadi lem perekat yang membuat kata-kata itu tak bisa terlontar.
Amarahku pada mu yang tak beralasan pasti, semakin membuatku gila
Rasanya ingin sekali meriaki telingamu ‘SIA KUNAON? NAON SALAH AING?’
Haha emang udah ga kpikiran kata yang lebih halus lagi..
Semua tertutup, sebenarnya bukan dengan emosi tak berarti melaikan dengan kebingungan atas perlakuanmu yang semena-mena
Emosiku semakin tak terkendali, tapi bukan menjadi mengamuk. Namun aku menjadi tak peduli. Menurutku itu lebih pantas buatmu, kau tak pantas menerima perhatian lagi dariku.
Mencari-mencari terus slalu ingin aku cari kehadiran seseorang yg bisa menggantikanmu di dalam hatiku.
Selalu kucoba lakukan jutaan hal yang dulu kita lakukan bersama dengan orang-orang yang berbeda
Berharap ada yang bisa jadi penggantimu.
Orang selalu berfikir, aku emang udah ga peduli lagi sama kamu
Aku udah bisa tertawa bersama yang lain dan kembali jadi aku yang dulu tanpa kamu.
Tapi semua itu hanyalah kedok, yang berhasil mengelabui banyak mata
Sebenarnya hatiku, pikiranku, dan emosiku masih kacau memikirkan masalah itu.
Tak ada waktu yang aku lewatkan tanpa memikirkanya walau hanya sekelibat
Aku rasa makin rapuh saat aku benar-benar menyadari, aku selama ini hidup tanpa kehadiranmu
Hidup dalam dunia teater yang penuh sekenario dan akting
Penuh jalur yang tak memiliki makna, hanya amanat yang selalu hadir.
Amanat yang tidak bisa aku cerna..
Intinya, aku kesepian tanpa kamu, ingin sekali aku kembali seperti dulu bersamamu
Tapi hanya jika waktu dapat di putar kembali, bukan memperbaiki masalah yg tengah terjadi.
Sungguh egois, aku ga ingin masalah itu pernah terjadi. Aku akan menerimamu lagi jika waktu itu bisa diulang. Egois. Maka aku ga bisa menerima mu lagi dalam kehidupku. Karna aku telanjur tak ingin mengenalmu.
Tapi jika memang itu keputusanku, yang menderita bukalah kamu.
Tapi aku, karena kesepian, karena berdosa, karena bodoh.
Sungguh malu aku saat seseorang yang tak sejalan denganku menasihatiku
Bahwa sahabat sesungguhnya keyakinanku adalah Allah SWT, sungguh memalukan
Aku sendiri yang berada di jalan itu lupa. Tapi kenapa dia yang tak sejalan bisa tahu..
Ironis sangat memalukan.
Akhirnya aku menarik kembali keputusanku,
Aku bukanya tidak akan memaafkanmu, aku sudah memaafkanmu dari dulu
Dan aku pun minta maaf, mungkin ini hanya kekeras kepalaan kita saja.
Jadi aku ingin kita jadi teman, kenapa ga kembali jadi sahabat? Karna aku masih belum bisa mendengar alasan dari mu.
Maka teman saat ini aku ingin sekali berbisik di telingamu
‘You are the best thing, that ever been mine’
Cukup sekian deh curhatan GJ.